Rabu, 16 Februari 2011

Gattuso Siap Terima Ganjaran


Gattuso Siap Terima Ganjaran
Liputan6.com, Milan: Pelanggaran keras yang dilakukan gelandang AC Milan Mathieu Flamini terhadap full-back Tottenham Hotspur Vedran Corluka, ketika babak kedua baru berlangsung 10 menit membuat laga leg pertama 16 besar Liga Champions antara kedua tim yang berlangsung di San Siro Stadium, Selasa (15/2) malam waktu setempat atau Rabu (16/2) dinihari WIB, berubah menjadi panas.
Saking panasnya, kapten Rossoneri saat itu Gennaro Gattuso kehilangan kontrol dengan mencekik leher asisten manajer Spurs Joe Jordan di pinggir lapangan. Tak puas dengan tindakannya itu, seusai peluit akhir berbunyi, setelah menyalami bos Spurs Harry Redknapp, Gattuso kembali mencari Jordan dan dikabarkan sempat menanduk Jordan, tindakan yang mirip dilakukan Zinedine Zidane terhadap Marco Materazzi di final PD 2006.
Seusai kembali ke ruang ganti pemain, Gattuso mengakui jika dirinya kehilangan kendali. Gattuso menunjuk jika Jordan sengaja memanas-manasi dirinya. Di akhir laga saya kehilangan kendali. Saya siap bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan, tegas Gattuso jantan.
Saya melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya dilakukan. Jordan terus memanas-manasi saya selama berlangsungnya babak kedua. Tapi, reaksi saya memang keterlaluan dan tidak dapat dibenarkan. Saya terusik dengan perkataan yang ia (Jordan) lontarkan. Kami saling menyahut dengan menggunakan bahasa Skotlandia. Saya tidak akan mengungkapkan apa yang kami lontarkan. Saya akui saya telah berbuat salah kepada sosok yang lebih tua. Saya meminta maaf dan siap menerima hukuman, tandas Gattuso yang memang sempat bermain di Liga Skotlandia bersama Rangers pada 1997-1998.
Sebelum menerima hukuman dari UEFA, Gattuso sejatinya telah mendapat ganjaran berupa suspensi di leg kedua yang akan berlangsung di White Hart Lane, Rabu, 9 Maret mendatang. Pasalnya, di laga tadi malam Gattuso mendapat kartu kuning usai melakukan pelanggaran terhadap Wilson Palacios. Itulah kartu kuning kedua bagi Gattuso menyusul kartu kuning pertama yang diterimanya di laga penyisihan grup melawan Real Madrid, 3 November 2010.(MEG/Football Italia)

Komisi X Janji Perhatikan Pendidikan Korban Bromo


Komisi X Janji Perhatikan Pendidikan Korban Bromo
Surabaya (ANTARA) - Komisi X DPR berjanji akan memperhatikan masalah pendidikan bagi masyarakat yang menjadi korban letusan Gunung Bromo (2.392 mdpl).
"Kami berupaya memberikan dukungan anggaran untuk memulihkan program pendidikan dan pariwisata di Bromo," kata anggota Komisi X DPR, Eko Hendro Purnomo di Surabaya, Rabu.
Meskipun pembangunan sarana pendidikan dan pariwisata merupakan tanggung jawab Komisi V, dia tetap akan mengupayakannya melalui jalur lintas partai.
"Komisi kami berharap program pendidikan dan kegiatan pariwisata tidak terganggu akibat letusan Gunung Bromo," kata politikus yang sebelumnya berprofesi sebagai pelawak dengan nama panggung Eko Patrio itu.
Ia dan sembilan anggota komisi yang bertanggung jawab pada bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, kepemudaan, olahraga, dan perpustakaan itu bertemu Sekdaprov Jatim Rasiyo di kantor Pemprov Jatim.
Mereka kemudian bertolak menuju Gunung Bromo untuk melihat kondisi terakhir bencana letusan dan menginventarisasi sarana pendidikan dan pariwisata yang rusak.
"Kami akan melihat seberapa jauh situasi di Bromo, tentunya kami berkoordinasi dengan pemda setempat," ucapnya.
Eko mengatakan, pihaknya butuh masukan terkait bencana Gunung Bromo yang akan dijadikan referensi bagi pemerintah dalam mengambil keputusan.
"Kalau memungkinkan, kami akan upayakan penyediaan dana pemulihannya," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang berangkat dari Daerah Pemilihan Jatim VIII (Mojokerto, Jombang, Nganjuk, dan Madiun) itu.
Hingga saat ini status gunung api di perbatasan Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang itu masih Siaga (Level III).
Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, kecuali hanya beberapa bangunan rumah warga dan infrastruktur lainnya yang rusak.

Sultan Tolak Mundur Dari Golkar

Sultan Tolak Mundur Dari Golkar
Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, dirinya menolak mundur dari Partai Golkar dalam waktu dekat, karena pembahasan Rancangan Undang-undang Keistimewaan provinsi itu belum selesai.
"Adanya keinginan beberapa pihak agar saya mundur dari Golkar itu bukan masalah. Namun, selama pembahasan RUUK DIY belum selesai, saya tidak akan mundur dari partai," katanya di Yogyakarta, Rabu.
Jadi, menurut dia, dirinya akan melihat terlebih dulu sikap partai politik terkait dengan RUUK DIY. Mereka konsisten atau tidak mendukung penetapan gubernur dan wakil gubernur DIY sebagai salah satu bentuk keistimewaan provinsi itu.
"Desakan beberapa partai yang meminta saya mundur dari kancah politik termasuk sikap Golkar yang mau melepaskan saya itu harus bisa dibuktikan dengan sikap yang konsisten dalam mendukung penetapan," katanya.
Ia mengatakan, selama ini persoalan netralitas selalu dijadikan alasan agar dirinya mundur dari Golkar.
"Jika mereka konsisten mendukung penetapan tidak masalah. Namun, kita lihat saja nanti mereka konsisten atau tidak mendukung penetapan gubernur dan wakil gubernur DIY," kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Saat ditanya kesiapan dirinya mundur dari partai politik jika keputusan final dalam RUUK DIY adalah penetapan, Sultan mengatakan, hal itu tergantung konsistensi partai politik terkait dengan dukungan terhadap RUUK DIY.
"Sebelum bicara soal saya mundur dari partai politik atau tidak, kita lihat dulu hasil pembahasan RUUK DIY. Mereka konsisten atau tidak mendukung penetapan," katanya.

'Yang Ingin Jabatan Menteri Agama, Minta ke Presiden'


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Agama, Suryadharma Ali, menyerahkan reshuffle menteri kepada presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menanggapi adanya manuver yang dilakukan oleh Partai kebangkitan Bangsa yang mengusulkan Muhaimin Iskandar sebagai menteri Agama pun dinilainya wajar.
“Begini, jabatan bukan saya yang punya. Itu prinsip dasar. Kalau yang punya mau ambil lagi, itu hak dia,” katanya usai menghadiri peluncuran buku 'Pemilihan Spekulatif, Mengungkap Fakta Seputar Pemilu 2009' di Hotel Sahid Jaya, Rabu (16/2).
Ia pun mempersilakan bagi individu yang menginginkan jabatan menteri agama untuk meminta kepada presiden. “Siapapun yang menginginkan jabatan ini, silahkan minta ke yang punya karena jabatan ini bukan saya yang punya,” ujarnya sambil tertawa.
Mengenai usulan PKB terkait posisi menteri agama, Suryadharma menganggapnya hal wajar. “Itu wajar saja, semua orang punya keinginan kok,” tukasnya.

'Yang Ingin Jabatan Menteri Agama, Minta ke Presiden'


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Agama, Suryadharma Ali, menyerahkan reshuffle menteri kepada presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menanggapi adanya manuver yang dilakukan oleh Partai kebangkitan Bangsa yang mengusulkan Muhaimin Iskandar sebagai menteri Agama pun dinilainya wajar.
“Begini, jabatan bukan saya yang punya. Itu prinsip dasar. Kalau yang punya mau ambil lagi, itu hak dia,” katanya usai menghadiri peluncuran buku 'Pemilihan Spekulatif, Mengungkap Fakta Seputar Pemilu 2009' di Hotel Sahid Jaya, Rabu (16/2).
Ia pun mempersilakan bagi individu yang menginginkan jabatan menteri agama untuk meminta kepada presiden. “Siapapun yang menginginkan jabatan ini, silahkan minta ke yang punya karena jabatan ini bukan saya yang punya,” ujarnya sambil tertawa.
Mengenai usulan PKB terkait posisi menteri agama, Suryadharma menganggapnya hal wajar. “Itu wajar saja, semua orang punya keinginan kok,” tukasnya.

Ronaldo dari Brazil Gantung Sepatu


Ronaldo dari Brazil Gantung Sepatu
Sao Paulo (ANTAR/AFP) - Ronaldo, yang tiga kali menjadi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA dan golnya yang jenius mengantar Brazil meraih gelar juara Piala Dunia 2002, mengkonfirmasi pengunduran dirinya dari dunia sepak bola pada Senin di usia 34 tahun.
Pemain penyerang klub Corinthians yang berurai airmata itu mengumumkan keputusannya tersebut itu pada suatu konferensi pers di Sao Paulo, dengan mengatakan bahwa walaupun meninggalkan sepak bola serasa seperti suatu "kematian," tubuhnya tidak bisa lagi memenuhi tuntutan yang ditetapkannya sendiri.
"Saya menghentikan karir saya sebagai seorang pesepakbola profesional," ujarnya dengan suara terpatah-patah. "Ini adalah karir yang indah, mengagumkan dan penuh emosional.
"Dua tahun terakhir ini, saya mengalami serangkaian cedera yang memerlukan waktu lama bagi penyembuhannya, dari satu cedera ke cedera lain, dari satu kaki ke kaki lain, dari satu otot ke otot lain. Sakit itu mendorong saya untuk berpikir mengenai akhir dari karir saya."
Ronaldo juga mengungkapkan bahwa dia mengalami masalah dengan kelenjar gondoknya (thyroid) yang membuatnya sulit untuk mengontrol berat badannya.
"Empat tahun lalu, di Milan, saya mengetahui bahwa saya menderita `under-active thyroid` yang memperlambat metabolisme saya dan harus mengontrolnya, Saya harus membuang hormon-hormon yang tidak diperbolehkan dalam sepakbola karena dianggap sebagai suatu bentuk dari doping," katanya.
"Banyak orang harus menyesali sudah memperolok berat badan saya. Tetapi saya tidak marah terhadap siapa pun."
Dia membuat keputusan ini pada Kamis lalu, dengan menjelaskan: "Saat saya memutuskan, saya merasa seperti saya berada di ruang perawatan intensif, dalam kondisi koma. Pengumuman ini seperti kematian pertama saya. Sangat sulit untuk menyerah dan berhenti melakukan apa yang membuat anda begitu bahagia, sangat melekat pada diri anda dan membuat anda begitu mencintainya."
Presiden Brazil Dilma Rousseff memuji karir bintang Ronaldo, dengan menyebutnya sebagai "salah seorang pemain bola paling berbakat dalam sejarah persepakbolaan internasional.
Dia menambahkan dalam suatu pernyataan: "Kami semua rakyat Brazil akan selalu berterima kasih atas kebahagiaan yang anda berikan kepada kami dan atas apa yang sudah anda lakukan bagi gengsi Brazil di dunia olahraga."

Selasa, 15 Februari 2011

UNSUR-UNSUR PEMBENTUK PUISI


Ada beberapa pendapat tentang unsur-unsur pembentuk puisi. Salah satunya adalah pendapat I.A. Richard. Dia membedakan dua hal penting yang membangun sebuah puisi yaitu hakikat puisi (the nature of poetry), dan metode puisi (the method of poetry).

Hakikat puisi terdiri dari empat hal pokok, yaitu
  1. Sense (tema, arti)
Sense atau tema adalah pokok persoalan (subyek matter) yang dikemukakan oleh pengarang melalui puisinya. Pokok persoalan dikemukakan oleh pengarang baik secara langsung maupun secara tidak langsung (pembaca harus menebak atau mencari-cari, menafsirkan).
  1. Feling (rasa)
Feeling adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan yang dikemukakan dalam puisinya. Setiap penyair mempunyai pandangan yang berbeda dalam menghadapi suatu persoalan.
  1. Tone (nada)
Yang dimaksud tone adalah sikap penyair terhadap pembaca atau penikmat karyanya pada umumnya. Terhadap pembaca, penyair bisa bersikap rendah hati, angkuh, persuatif, sugestif.
  1. Intention (tujuan)
Intention adalah tujuan penyair dalam menciptakan puisi tersebut. Walaupun kadang-kadang tujuan tersebut tidak disadari, semua orang pasti mempunyai tujuan dalam karyanya. Tujuan atau amanat ini bergantung pada pekerjaan, cita-cita, pandangan hidup, dan keyakinan yang dianut penyair
Untuk mencapai maksud tersebut, penyair menggunakan sarana-sarana. Sarana-sarana tersebutlah yang disebut metode puisi. Metode puisi terdiri dari
  1. Diction (diksi)
Diksi adalah pilihan atau pemilihan kata yang biasanya diusahakan oleh penyair dengan secermat mungkin. Penyair mencoba menyeleksi kata-kata baik kata yang bermakna denotatif maupun konotatif sehingga kata-kata yanag dipakainya benar-benar mendukung maksud puisinya.
  1. Imageri (imaji, daya bayang)
Yang dimaksud imageri adalah kemampuan kata-kata yang dipakai pengarang dalam mengantarkan pembaca untuk terlibat atau mampu merasakan apa yang dirasakan oleh penyair. Maka penyair menggunakan segenap kemampuan imajinasinya, kemampuan melihat dan merasakannya dalam membuat puisi.
Imaji disebut juga citraan, atau gambaran angan. Ada beberapa macam citraan, antara lain
  1. citra penglihatan, yaitu citraan yang timbul oleh penglihatan atau berhubungan dengan indra penglihatan
  2. Citra pendengaran, yaitu citraan yang timbul oleh pendengaran atau berhubungan dengan indra pendengaran
  3. Citra penciuman dan pencecapan, yaitu citraan yang timbul oleh penciuman dan pencecapan
  4. Citra intelektual, yaitu citraan yang timbul oleh asosiasi intelektual/pemikiran.
  5. Citra gerak, yaitu citraan yang menggambarkan sesuatu yanag sebetulnya tidak bergerak tetapi dilukiskan sebagai dapat bergerak.
  6. Citra lingkungan, yaitu citraan yang menggunakan gambaran-gambaran selingkungan
  7. Citra kesedihan, yaitu citraan yang menggunakan gambaran-gambaran kesedihan
  1. The concrete word (kata-kata kongkret)
Yang dimaksud the concrete word adalah kata-kata yang jika dilihat secara denotatif sama tetapi secara konotatif mempunyai arti yang berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi pemakaiannya. Slametmulyana menyebutnya sebagai kata berjiwa, yaitu kata-kata yang telah dipergunakan oleh penyair, yang artinya tidak sama dengan kamus.
  1. Figurative language (gaya bahasa)
Adalah cara yang dipergunakan oleh penyair untuk membangkitkan dan menciptakan imaji dengan menggunakan gaya bahasa, perbandingan, kiasan, pelambangan dan sebagainya. Jenis-jenis gaya bahasa antara lain
  1. perbandingan (simile), yaitu bahasa kiasan yang menyamakan satu hal dengan hal lain dengan mempergunakan kata-kata pembanding seperti bagai, sebagai, bak, seperti, semisal, umpama, laksana, dll.
  2. Metafora, yaitu bahasa kiasan yang menyamakan satu hal dengan hal lain tanpa mempergunakan kata-kata pembanding.
  3. Perumpamaan epos (epic simile), yaitu perbandingan yang dilanjutkan atau diperpanjang dengan cara melanjutkan sifat-sifat perbandingannya dalam kalimat berturut-turut.
  4. Personifikasi, ialah kiasan yang mempersamakan benda dengan manusia di mana benda mati dapat berbuat dan berpikir seperti manusia.
  5. Metonimia, yaitu kiasan pengganti nama.
  6. Sinekdoke, yaitu bahasa kiasan yang menyebutkan suatu bagian yang penting untuk benda itu sendiri.
  7. Allegori, ialah cerita kiasan atau lukisan kiasan, merupakan metafora yang dilanjutkan.
  1. Rhythm dan rima (irama dan sajak)
Irama ialah pergantian turun naik, panjang pendek, keras lembutnya ucapan bunyi bahasa dengan teratur. Irama dibedakan menjadi dua,
  1. metrum, yaitu irama yang tetap, menurut pola tertentu.
  2. Ritme, yaitu irama yang disebabkan perntentangan atau pergantian bunyi tinggi rendah secara teratur.
Irama menyebabkan aliran perasaan atau pikiran tidak terputus dan terkonsentrasi sehingga menimbulkan bayangan angan (imaji) yang jelas dan hidup. Irama diwujudkan dalam bentuk tekanan-tekanan pada kata. Tekanan tersebut dibedakan menjadi tiga,
  1. dinamik, yaitu tyekanan keras lembutnya ucapan pada kata tertentu.
  2. Nada, yaitu tekanan tinggi rendahnya suara.
  3. Tempo, yaitu tekanan cepat lambatnya pengucapan kata.
Rima adalah persamaam bunyi dalam puisi. Dalam rima dikenal perulangan bunyi yang cerah, ringan, yang mampu menciptakan suasana kegembiraan serta kesenangan. Bunyi semacam ini disebut euphony. Sebaliknya, ada pula bunyi-bunyi yang berat, menekan, yang membawa suasana kesedihan. Bunyi semacam ini disebut cacophony.
Berdasarkan jenisnya, persajakan dibedakan menjadi
  1. rima sempurna, yaitu persama bunyi pada suku-suku kata terakhir.
  2. Rima tak sempurna, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada sebagian suku kata terakhir.
  3. Rima mutlak, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada dua kata atau lebih secara mutlak (suku kata sebunyi)
  4. Rima terbuka, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada suku akhir terbuka atau dengan vokal sama.
  5. Rima tertutup, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada suku kata tertutup (konsonan).
  6. Rima aliterasi, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada bunyi awal kata pada baris yang sama atau baris yang berlainan.
  7. Rima asonansi, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada asonansi vokal tengah kata.
  8. Rima disonansi, yaitu persamaan bunyi yang terdapaat pada huruf-huruf mati/konsonan.
Berdasarkan letaknya, rima dibedakan
  1. rima awal, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada awal baris pada tiap bait puisi.
  2. Rima tengah, yaitu persamaan bunyi yang terdapat di tengah baris pada bait puisi
  3. Rima akhir, yaitu persamaan bunyi yang terdapat di akhir baris pada tiap bait puisi.
  4. Rima tegak yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada bait-bait puisi yang dilihat secara vertikal
  5. Rima datar yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada baris puisi secara horisontal
  6. Rima sejajar, yaitu persamaan bunyi yang berbentuk sebuah kata yang dipakai berulang-ulang pada larik puisi yang mengandung kesejajaran maksud.
  7. Rima berpeluk, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama antara akhir larik pertama dan larik keempat, larik kedua dengan lalrik ketiga (ab-ba)
  8. Rima bersilang, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama antara akhir larik pertama dengan larik ketiga dan larik kedua dengan larik keempat (ab-ab).
  9. Rima rangkai/rima rata, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama pada akhir semua larik (aaaa)
  10. Rima kembar/berpasangan, yaitu persamaan bunyi yang tersusun sama pada akhir dua larik puisi (aa-bb)
  11. Rima patah, yaitu persamaan bunyi yang tersusun tidak menentu pada akhir larik-larik puisi (a-b-c-d)
Pendapat lain dikemukakan oleh Roman Ingarden dari Polandia. Orang ini mengatakan bahwa sebenarnya karya sastra (termasuk puisi) merupakan struktur yang terdiri dari beberapa lapis norma. Lapis norma tersebut adalah
  1. Lapis bunyi (sound stratum)
  2. Lapis arti (units of meaning)
  3. Lapis obyek yang dikemukakan atau "dunia ciptaan"
  1. Lapis implisit
  2. Lapis metafisika (metaphysical qualities)