Kamis, 24 Februari 2011

Casey Stoner Patahkan Waktu Terbaik Sepang

 
 - Tim MotoGP Repsol-Honda memperlihatkan kehebatan Honda RC212V dalam sesi tes di sirkuit Sepang, Malaysia, hari ini (24/2). Catatan waktu terbaik Honda 2 menit 0,171 detik yang diukir kemarin berhasil dipertajam Casey Stoner tadi pagi menjadi 1 menit 59,665 detik.
Hasil terbaik pebalap asal Australia itu sekaligus mematahkan waktu pole positionnya di Sepang 2007 yang 2:2,108, juga punya Jorge Lorenzo 2:1,537 detik yang dibuat tahun lalu, serta waktu terbaik Valentino Rossi saat balapan 2:0,518 pada 2009.
Sama seperti kemarin, rekan setim Stoner, Dani Pedrosa membayang kedua dengan raihan waktu juga di bawah dua menit, yakni 1:59,803 yang dicetaknya hanya dalam tiga lap awal.
Valentino Rossi yang kembali tampil di hari terakhir tes (ketiga), hasilnya belum bisa bikin senyum tim Ducati. The Doctor berada di urutan ke-11 dengan waktu 2:1,469. Kondisinya belum begitu fit, setelah kemarin mengalami demam.
Habis dari Sepang ini, para pebalap masih punya kesempatan terakhir menguji motornya selama dua hari di Qatar.

Anak Baru Selamatkan Knicks



Carmelo Anthony
NEW YORK, KOMPAS.com — Dua anak baru, Carmelo Anthony dan Chauncey Billups , membantu New York Knicks mengalahkan Milwaukee Bucks, 114-108, dalam laga lanjutan kompetisi Liga NBA, Rabu (23/2/2011).
Dalam pertandingan di Madison Square Garden ini, Melo menghasilkan poin dengan aksi slam dunk. Melo mencetak 27 poin dan 10 rebound. Sementara Billups menghasilkan 21 poin dan 8 assist.
Guard Bucks, John Salmons, menjadi penghasil poin terbanyak buat klubnya dengan 27 poin.  Dengan hasil ini, Knicks mencatat rekor 29-26, sementara Milwaukee mencatat 22-35. "Penonton sangat mendukung malam ini," kata Anthony (26), seorang New Yorker, pemuda kelahiran kota itu.
Penonton mengelu-elukan nama Melo sepanjang pertandingan. Carmelo Anthony menyambut baik para penonton yang memadati Madison Square Garden. "Saya senang sekali, saya merasa di rumah," katanya.

Rabu, 16 Februari 2011

25 Titik Api di Riau "Kirimkan" Kabut Asap ke Medan

25 Titik Api di Riau "Kirimkan" Kabut Asap ke Medan

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN  - Sudah dua hari terakhir ini kota Medan diselimuti kabut asap. Akibatnya, selain terasa mulai menggangu pemandangan, juga telah menggangu penerbangan.
“Ada 25 titik api yang menjadi penyebab kabut asap di Medan,” kata Firman, bagian Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bandara Polonia Medan, kemairn. Kabut asam ini diperkirakan baru akan berakhir pada akhir Februari nanti, karena rendahnya curah hujan di daerah ini.
Ia mengkhawatirkan kabut asap yang dipicu oleh pembakaran kayu dan semak bekas pembersihan hutan dan ladang ini, akan membesar kalau tidak diatasi penyebarannya.
Meski sudah sempat mengganggu penerbangan pada Selasa lalu, kemarin kabut asam masih bisa ditoleransi oleh pilot penerbangan. Pasalnya, jarak pandang masih di atas 2.000 m, sehingga masih tidak begitu mengganggu.
Kabut asap kali ini terasa begitu cepat menyapu Sumut, karena arah angin yang mengarah ke daerah ini. “Arah angina memang sedang menuju ke arah Kota Medan, sehingga akumulasi asap demikian cepat,” kata Firman.

Kapolda Jatim: Semalam Sebelumnya Sudah Ada Provokasi Massa

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti menegaskan bahwa insiden di Pondok Pesantern Yapi itu sebenarnya tidak terduga, karena pihaknya sudah melakukan antisipasi dan bahkan di Pesantren Yapi Putri sudah ditempatkan personel kepolisian.
"Kami sudah mengantisipasi kejadian itu, karena semalam sebelumnya sempat ada penyerangan serupa, tapi Pesantren Yapi Putra tidak mau ada polisi berpakaian dinas, sehingga di Pesantren Yapi Putra berpakaian preman (sipil), tetapi polisi di Pesantren Yapi Putri berpakaian dinas (seragam)," paparnya.
Akibatnya, kelompok penyerang dari Jamaah Aswaja Bangil, Pasuruan, tidak berbuat apa-apa saat melewati Pesantren Yapi Putri, namun sebaliknya di Pesantren Yapi Putra justru terjadi saling olok yang berujung pada saling serang, sehingga empat santri terluka dan dua petugas Yapi juga terluka.
"Tapi, para tokoh agama dan pejabat di Pasuruan sudah melakukan pertemuan dengan lima kesepakatan yakni prihatin dan menyesalkan insiden itu, dan meminta aparat penegak hukum untuk memproses pelaku sesuai ketentuan hukum," katanya.
Kesepakatan lainnya, sepakat untuk bersama-sama menjaga situasi Jatim yang kondusif, meminta ulama untuk mengendalikan jamaah masing-masing agar tidak mudah terprovokasi seperti SMS yang memancing emosi, dan media massa memberitakan secara sejuk.

Kejagung: Kasus Jaksa DSW Itu Penyuapan

Kejagung: Kasus Jaksa DSW Itu Penyuapan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA- Jaksa Agung Muda Pengawasan, Marwan Effendy, menilai kasus Jaksa DSW yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu seharusnya dikenakan pada penyuapannya bukan pemerasan.
"Itu kan katanya ada 'deal-deal'. Itu berarti bukan pemerasan, tapi penyuapan. Yaitu kesepakatan keduabelah pihak," kata Marwan di Jakarta, Rabu (26/2).
KPK menangkap Jaksa DSW dan pegawai BRI pada pekan lalu. Jaksa DSW diduga melakukan pemerasan terkait dalam penanganan salah satu kasus.
Saat ditanya jika Jaksa DSW adalah mediator dalam penanganan kasus, Marwan membantahnya. Mediatornya adalah orang yang diduga dari instansi lain. "Jadi, DSW ini hanya terpancing dan saya belum tahu juga. Karena, ada kontroversi terkait isi amplop tersebut. Ada yang bilang Rp 50 juta. Malah terakhir ada yang bilang hanya Rp 1 juta," katanya.
Terkait rencana pemeriksaan terhadap pimpinan Jaksa DSW, yakni Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang, Marwan menyatakan bahwa pihaknya sudah menandatangani surat perintah. "Soal kapan akan diperiksanya Kajari Tangerang, itu nanti tergantung inspekturnya (Inspektur Pengawasan Kejagung). Tapi, suratnya sudah ada," ujarnya

Kasad: Akmil Harus Tingkatkan Sistem Pendidikan Terprogram

Kasad: Akmil Harus Tingkatkan Sistem Pendidikan Terprogram

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta menegaskan, akademi militer harus meningkatkan penyelenggaraan sistem pendidikan yang terarah dan terprogram.
Hal tersebut disampaikan Kasad Jenderal TNI George Toisutta dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo pada serah terima jabatan Gubernur Akademi Militer (Akmil) dari Mayjen TNI Suharsono kepada penggantinya Brigjen TNI Bachtiar di lapangan Upacara Akmil Magelang, Rabu.
Dalam siaran pers yang diterima ANTARA, di Jakarta, Rabu, Kasad juga mengatakan perlunya kerjasama dengan lembaga pendidikan, baik di lingkungan TNI maupun di luar TNI, guna mendukung terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif dan tepat sasaran.
Menurut dia, Akmil merupakan salah satu Badan Pelaksana Pusat tingkat Mabesad, yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira TNI Angkatan Darat tingkat akademi.
Serta mempunyai peran yang sangat penting dan strategis khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi dan kompetensi tinggi.
Tugas yang tidak ringan itu, menurut Kasad, menuntut daya inovasi yang konsepsional dan berwawasan jauh ke depan, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan yang memiliki bekal profesionalisme dan kejuangan.
"Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Akmil ini tentunya tidak terlepas dari pengelolaan administrasi pendidikan yang baik melalui penyiapan dan pelaksanaan operasional pendidikan secara benar serta kemampuan dalam menyiapkan sepuluh komponen pendidikan yang efektif dan efisien," tuturnya.
Ia menambahkan, meskipun dalam kehidupan keprajuritan merupakan kehidupan yang keras, namun bukan berarti melegalkan kekerasan.
"Kehidupan yang keras, harus dimaknai dengan penerapan aturan, disiplin, loyalitas, tekad dan kemauan dari diri setiap Prajurit, bukan kehidupan yang diwarnai oleh tindakan kekerasan yang justru merugikan dan merusak moralitas serta Jatidiri TNI," katanya.
Ia mengharapkan agar kualitas pengasuhan sebagai wahana pemantapan kepribadian serta latihan kepemimpinan semakin ditingkatkan dengan memberikan kesempatan kepada Taruna untuk dapat mengembangkan daya kreasi dan inovasinya yang dilandasi sikap saling asih, asah dan asuh.

Gattuso Siap Terima Ganjaran


Gattuso Siap Terima Ganjaran
Liputan6.com, Milan: Pelanggaran keras yang dilakukan gelandang AC Milan Mathieu Flamini terhadap full-back Tottenham Hotspur Vedran Corluka, ketika babak kedua baru berlangsung 10 menit membuat laga leg pertama 16 besar Liga Champions antara kedua tim yang berlangsung di San Siro Stadium, Selasa (15/2) malam waktu setempat atau Rabu (16/2) dinihari WIB, berubah menjadi panas.
Saking panasnya, kapten Rossoneri saat itu Gennaro Gattuso kehilangan kontrol dengan mencekik leher asisten manajer Spurs Joe Jordan di pinggir lapangan. Tak puas dengan tindakannya itu, seusai peluit akhir berbunyi, setelah menyalami bos Spurs Harry Redknapp, Gattuso kembali mencari Jordan dan dikabarkan sempat menanduk Jordan, tindakan yang mirip dilakukan Zinedine Zidane terhadap Marco Materazzi di final PD 2006.
Seusai kembali ke ruang ganti pemain, Gattuso mengakui jika dirinya kehilangan kendali. Gattuso menunjuk jika Jordan sengaja memanas-manasi dirinya. Di akhir laga saya kehilangan kendali. Saya siap bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan, tegas Gattuso jantan.
Saya melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya dilakukan. Jordan terus memanas-manasi saya selama berlangsungnya babak kedua. Tapi, reaksi saya memang keterlaluan dan tidak dapat dibenarkan. Saya terusik dengan perkataan yang ia (Jordan) lontarkan. Kami saling menyahut dengan menggunakan bahasa Skotlandia. Saya tidak akan mengungkapkan apa yang kami lontarkan. Saya akui saya telah berbuat salah kepada sosok yang lebih tua. Saya meminta maaf dan siap menerima hukuman, tandas Gattuso yang memang sempat bermain di Liga Skotlandia bersama Rangers pada 1997-1998.
Sebelum menerima hukuman dari UEFA, Gattuso sejatinya telah mendapat ganjaran berupa suspensi di leg kedua yang akan berlangsung di White Hart Lane, Rabu, 9 Maret mendatang. Pasalnya, di laga tadi malam Gattuso mendapat kartu kuning usai melakukan pelanggaran terhadap Wilson Palacios. Itulah kartu kuning kedua bagi Gattuso menyusul kartu kuning pertama yang diterimanya di laga penyisihan grup melawan Real Madrid, 3 November 2010.(MEG/Football Italia)